Pages

Tuesday, 3 March 2015

Get Well Soon

            Siang itu, setelah jam istirahat tiba seperti biasa, gue dan teman tongkrongan kebase camp yang biasa dipanggil Gardu. Yang lain lagi asik ngobrol dan main kartu, gue sibuk dengan hp gue. Sedang berbalas chat dengannya. Intan, cara gue memanggil namanya. Yang membuat gue lebih serius dari biasanya, adalah karena lagi bahas dia gak masuk kampus karena sakit. Sepulang kampus nanti, gue memutuskan untuk kerumahnya.
           
Tepat jam 17.00 gue menuju rumahnya. Saat itu semua pikiran gue dan perasaan gue masih tenang. Tak ada yang aneh. Menuju rumahnya tidak lupa membeli buah kesukaannya, yaitu anggur.
            18.20. Gue tiba dirumahnya. Ucapkan salam lalu disambut dengan senyum manis darinya, yang kali itu terasa berbeda. Yah tentu berbeda. Ketika gue duduk disampingnya terlihat jelas wajahnya pucat dan ketika memegang tangannya, rasa hangat demam yang menyambut begitu juga ketika menyentuh keningnya.
            “ dah kedokter?”
            “ udah kok, keklinik sih tadi, sama kaka.”
            “ trus, sakit apa?”
            “ cuma radang sama demam biasa kok, kenapa? Cemas ya? Cemas ya? Ciee jadi gak enak dicemasin, hahaha.”
            “ ieeeu kegeeran, wooo.”
            Segelumit canda dimalam itu dan meski sakit, tetapi masih bisa memberikan senyumnya yang gue suka itu.
            19.45. Gue sudah dirumah, dan sedang duduk menatap laptop yang hanya menampilkan sebuah halaman putih beranda google. Iyap, malam itu gue gak tau mau ngapain dengan laptop gue. Yahhh entah kenapa malam itu gue merasa ada yang mengganjal. Mungkin bisa dikatakan gelisah. Bahkan meski sudah bercerita a.k.a. curhat ke sahabat gue si Manda msih aja rasa gelisah itu ada. Sampai, ketika rencana ketemuan sama angkatan 2013 pun gagal fokus dan banyak typonya. Dan jam 23.00 gue putuskan untuk tidur, ya tidur lebih cepat ( karena biasanya baru merem jam 1an ).
            4.20. Pagi ini, bangun, cuci muka, lalu nyalain wifi rumah, tidak berselang lama hp gue berbunyi. Sebuah pesan bbm masuk. Niatnya setelah sholat Subuh gue mau tidur lagi, tapi setelah membaca pesan itu, gue jadi gk bisa tidur. Cuma duduk, dan segera menghubungi teman gue, bahwa gue telat untuk ketemu sama angkatan 2013. Yahh, pesan itu berasal dari kakanya Ntan, klo dia jam 4 pagi masuk RS karena pingsan dan dari hidungnya keluar darah.
            08.00. Gue menuju RS Prik***h. Sesampainya disana, gue hanya ketemu sama kakanya. Fix, Ntan divonis DBD. Dia berada di ruang ICU. Gue hanya bisa melihatnya dari jendela. Sedangkan dirinya masih terbaring dengan mata terpejam.
            9.30. Gue sudah harus berangkat kekampus, untuk datang ke pertemuan dengan angkatan 2013. Dikampus, meski sedang berkumpul bersama teman – teman, tetap saja. Pikiran gue gak lepas dari Ntan. Masih terpaku padanya. Yahh berasa gak mood untuk melakukan sesuatu hal.
            11.20. Hp gue bergetar dan muncul notice BBM, dari kakanya Intan. Yang berisi “Intan dah sadar, cuma masih lemes, dia masih di ruang ICU.”
            Entahlah, rasa seneng yang masih tercampur rasa cemas datang. Iyaaah, seneng karena dia udah sadar, tetapi cemas karena dia masih diruang ICU yang artinya kondisinya masih butuh perawatan khusus.
            15.50. Dari kampus gue segera menuju ke RS Prik***h. Dan disaat itu ada pesan lagi dari kakanya, bahwa si Intan kondisinya lagi nunggu stabil, sehingga nantinya bisa dipindahkan ke ruang rawat. Sesampainya disana sekitar jam 17an, gue bukan menuju ruang ICU, tetapi ke Kamar Rawat Teratai. Gue masuk, dan melihat dia sedang berbicara sama kakanya. Syukurlah sore ini dia bisa senyum lagi seperti biasanya. Kakanya keluar, dan meninggalkan gue berdua bersamanya. Tak banyak yang kami perbincangkan karena dia juga harus istirahat lagi, biar kondisinya cepat pulih, dan trombositnya bisa kembali normal. Cukup memegang tangannya, lalu mengusap kepalanya, dan membiarkan dia memenjamkan mata, gue keluar dari ruangan dan ngobrol bersama kakanya. Yang dari obrolan itu, jika kondisinya stabil, dia bisa pulang hari Minggu nanti. Yahhhh, gue berharap secepatnya dia bisa kembali sehat. Dan kali ini, gue pulang kerumah dengan perasaan yang cukup lega. Yahhh, lega.


GWS Star.

No comments:

Post a Comment